Tuesday, May 5, 2020

Perkara-Perkara Melalaikan Kita dari Mengingati Allah

Dengan Nama Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang

Terdetik lagi bila mencari perkara-perkara yang melalaikan kita mengingati Allah. Segala Pujian Hanya bagi Allah Sekelian Alam. Tak berhenti-henti jumpa. Just to share a few:-

(i)   Orang yang menurut nafsu

Surah Al Kahfi -18 ayat 28 
“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka  mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas”

(ii)   Bisnis dan perniagaan jual beli 

Surah An Nur -24 ayat 36-37 
“Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang, laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan  membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang”


(iii)  Harta dan anak-anak

Surah Al Munafiqun --63 ayat 9 
“Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi”


(iv)   Khamar dan Judi 

Surah Al Maidah - 5 ayat 91 
“Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu”


(v)   Sifat Bermegah-megah

Surah At Takaatsur - 108 ayat 1-2
Bermegah-megahan telah melalaikan kamu sampai kamu masuk ke dalam kubur


(vi)   Tidak Menggunakan Akal dan Telinga untuk Memahami Al Quran, Mata untuk Melihat Keagungan Allah

Surah Al Araf - 7 ayat 179
Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

Secara keseluruhannya, kehidupan di dunia mengejar kekayaan dan kedudukan itu sendiri melalaikan manusia dari mengingati Allah.

Sura Al-Hadid- 57  Ayat 20
Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sendagurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu.


Moga dikurnai petunjuk

Monday, May 4, 2020

Suatu Salah Faham - Sedekah Lebih Afdal bulan Ramadhan dan Zakat Sekali Setahun?

Dengan Nama mu Ya Allah, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

Sejak dari kecil, saya diajar dan difahamkan bahawa:-
(i)     bersedekah di bulan Ramadhan adalah lebih afdal dan mendapat pahala yang banyak
(ii)    dan berzakat pendapatan itu harus dikumpul sehingga setahun dan dibayar setahun sekali
(iii)   sedekah tidak sama dengan zakat. Sedekah itu amal baik manakala zakat pula ada wajib.

Saya juga difahamkan, orang yang layak mendapat zakat hanyalah golongan, fakir, miskin, amil, mualaf, musafir, orang berhutang, untuk memerdekan seseorang dan untuk jalan Allah.

Golongan-golongan ini disebut di dalam :-

Surah At Taubah ayat 60
Sesungguhnya sedekah-sedekah itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, orang-orang yang menguruskan, para mu'allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan 

Yang jelas pada saya ialah ayat ini mengenai "sedekah" dan bukannya zakat.  Para ulamak memberi berbagai hujah mengatakan sedekah yang di maksudkan oleh Allah di dalam ayat tersebut sebenarnya ialah "zakat".

Pada hemat saya ini bukannya ayat "mutasyaabihaat", tetapi adalah ayat "muhkamaat" yang jelas dan nyata. (Surah Al Imran - 3 ayat 7). Sekiranya ayat ini mengenai sedekah, siapakah pula golongan yang boleh menerima zakat?

Selama berabad lamanya, saya melihat bagaimana orang Islam kita terburu-buru memberi sedekah pada bulan Ramadhan terutamanya kepada anak-anak yatim sehingganya berlaku pembaziran. Yang menyedihkan pada bulan-bulan selain Ramadhan, rumah anak-anak yatim ini terpaksa menagih simpati meminta-minta pertolongan.

Sering terdetik dihati suatu ketika dulu, mengapa Allah mensyariatkan sedemikian sedangkan orang miskin, musafir, mualaf, orang berhutang dan keperluan kejalan Allah adalah setiap masa dan bukan hanya pada bulan Ramadhan....

Kematian juga pada bila-bila masa. Kenapa perlu tunggu bulan Ramadhan dan setahun sekali untuk bersedekah dan setahun sekali membayar zakat.? Malah bersedekah dan berzakat dibulan-bulan lain selain Ramadhan mungkin lebih afdal kerana ramai yang menagih pertolongan berbanding bulan Ramadhan dan keberangkalian untuk membazir adalah amat rendah berbanding pada bulan Ramadhan, sebab semua orang berebut-rebut untuk bersedekah.

Puas aku mencari dalil Al Quran mengenainya tapi tak jumpa. Malah dalil-dalil Al Quran yang digunakan para ulamak juga tidak secara langsung mengatakan lebih afdal bersedekah bulan Ramadhan. Malah tiada satu hadith pun yang digunakan sebagai dalil yang mana Rasulullah bersabda bahawa bersedekah di bulan Ramadhan itu lebih afdal.

Dalam sebuah hadith Bukhari, kitab Shaum 1789, diriwayatkan “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan saat beliau bertemu Jibril.

Hadith ini yang sering dijadikan dalil juga tidak secara langsung menyatakan lebih afdal bersedekah dibulan Ramadhan. Rasulullah seorang yang paling dermawan bermakna, beliau sentiasa bermurah hati berderma sepanjang masa. Di bulan Ramadhan, beliau lebih berderma dari masa-masa lain. Kenapa beliau bertindak demikian tidak dijelaskan.

Pada hemat saya sekiranya kita ingin menurut sunah beliau, kita seharusnya bersedekah sepanjang masa dahulu. Selepas itu barulah kita lebih bersedekah di bulan Ramadhan. Itu pun dengan tidak berlebih-lebihan sehingga terjadinya pembaziran.

Dan ini adalah lebih konsisten dengan kesemua dalil-dalil didalam Al Quran mengenai, sedekah, infak dan zakat.

Surah Al Munafiqun - 63 ayat 10
Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: "Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?" 

Surah At Thalaaq-65 ayat 7. 
Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan. 

Surah Al Imran - 3 ayat 133-134
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. 


Dari ayat-ayat diatas, Allah memberi perumpamaan bagaimana manusia yang sudah mati berharap agar Allah menangguhkan kematiannya supaya dia boleh bersedekah. Oleh itu, kita seharusnya mengambil peluang ini sebelum sampai ajal. Bermakna juga tak perlu tunggu Ramadhan atau sehingga akhir tahun.

Surah At Thalaaq dan Al Imran di atas pula jelas bahawa kita seharusnya bersedekah ketika lapang dan juga sempit, menurut kemampuan kita.

Zakat pula dalam bahasa Arab berasal daripada perkataan "Zaka" yang bermaksud "Suci". Menurut Al Quran, bersedekah, bernafkah dan memberi harta adalah sesuatu pensucian. Dan pensucian ini pula adalah sesuatu yang perlu dilakukan oleh seseorang sepertk sabda Allah:-

Surah Al Muqminun - ayat 1-4
Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya,  dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, dan orang-orang yang melakukan zakat (pensucian), 

Sedekah pula adalah suatu perbuatan  Pensucian or Zaka. 

Surah At Taubah 103
"Ambillah Sedekah dari sebagian harta mereka, dengan sedekah itu membersihkan dan mensucikan mereka..."

Surah At Taubah ayat 60 pula menyenaraikan golongan yang layak menerima sedekah.

Amalan bersedekah atau amal ini, sering dikaitkan dengan Nafkah didalam. Al Quran.
Nafkah bermaksud membelanjakan dari apa yg Allah rezekikan.

Surah Al Baqarah 3


"..yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka."

Allah merezekikan kepada kita dlm berbagai bentuk, wang gaji, hasil tanaman, keuntungan perniagaan, keuntungan jual beli...Kita pula dikehendaki menafkahkan yang baik-baik sahaja dan bukannya sesuatu yang kita sendiri tidak mahu. Contohnya, menjadi kebiasaan manusia memberi pakaian-pakaian lama yang lusuh yang sipemberi sendiri tidak mahu lagi. Ini bukannya yang di tuntut di dalam Islam. Renungkan ayat ini.


Surah Al Baqarah -2 ayat 267
Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu. Janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu keluarkan, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memejamkan mata (enggan) terhadapnya. Dan ketahuilah bahwa Allah Mahakaya, Maha Terpuji.

Selain daripada Sedekah dan Nafkah sebagai Pensucian atau Zakat, Memberi Harta juga merupakan suatu Pensucian atau Zakat.

Surah Al Lail - 92 ayat 17 - 18
"Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu, yang memberikan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya (ya tazakka),"



Harta-harta ini pula boleh diberikan kepada:-
(i)    kaum keluarga
(ii)   anak-anak yatim
(iii)  orang-orang miskin
(iv)  musafir
(v)   orang yang meminta-minta.


Surah Al Baqarah - 2 ayat 177

"...dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta"



Jumlah atau kadar nafkah, Allah tidak tentukan. Allah hanya mengajar Rasulullah menyatakan "Yang lebih dari keperluan"..


Surah Al Baqarah 219
"Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: "Yang lebih dari keperluan". Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir,"

"...dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang percaya kepada ayat-ayat Kami".



Berdasarkan ayat-ayat diatas, Sedekah dan Nafkah merupakan suatu pensucian iaitu  Zakat. Dan pensucian in perlu dilakukan pada bila-bila masa, dalam keadaan apa sekali pun selagi ada hayat, Allah juga menyuruh kita melakukanya pada masa sempit dan juga lapang.

Sempit dan lapang berlaku bila-bila masa ...begitu juga mereka yg layak menerima Zakat yang berupa Sedekah dan nafkah ini, berhak menerima bila2 masa aje.

Kalau nak tunggu setahun baru boleh diagihkan...banyak yang akan mati kebulur.
Kalau zakat dari rezeki buah tanaman harus tunggu setahun, alamatnya orang fakir dapat buah busuklah...

Ayat Al Quran seterusnya menjelaskan bahawa pemberian hak iaini sedekah atau zakat itu harus diberi pada hari memetik/menuai. Dalam erti lain pada hari kita menerima rezeki dari Allah.

Surah al An'aam - 6 ayat 141 
Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan. 

Dalam keadaan dimana dunia dilandak wabak Covid19, adakah lebih afdal memberi sedekah, nafkah dan memberi harta sebagai Zakat (pensucian) di bulan Ramadhan atau ketika keadaan kritikal penularannya sebelum Ramadhan??

Pada saya, hukum Allah itu jelas dan praktikal dan telah diturunkan melalui Al Quran 1400 tahun yang lalu dan masih praktikal sehingga kini. Saya kurang pasti dari mana asalnya fahaman yang berlainan daripadanya. 

Rahmat Allah itu meliputi segala sesuatu dan mereka yg benar percaya akan ayat2 Allah.

Surah Al Araf 156
"...dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang melakukan zakat dan orang-orang yang percaya kepada ayat-ayat Kami".

Saya pasti ada yang masih ragu-ragu sebab ianya bukan diolah dari seseorang yang berjubah dan berjanggut. Mungkin video ini dari Mufti Menk boleh mengurangkan keraguan.





Mungkin messaage yang di beri dari video ini adalah disebabkan Covid19, maka ada pengecualian di dalam fahaman sebelum ini mengenai afdalnya bersedekah di bulan Ramadhan..

Pada hemat, ini bukan pengecualian tetapi yang hakikat yang diturunkan Allah melalui ayat-ayatNya. Samada ada yang bersetuju atau tidak - Atahmu.

Moga dikurnia petunjuk

Covid 19 - Adakah Allah Memulakan Semula (Reboot) Kaum Manusia

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang,

Wabak Covid19 adalah sesuatu yang tidak pernah dialami dalam sejarah manusia. Makhluk Tuhan yang sangat kecil, begitu kecil namun merbahaya sehingga menyebabkan kematian, tidak mempunyai kaki tetapi bergerak begitu pantas ke seluruh dunia, lemah kerana mudah musnah di luar  perumah atau hos nya tetapi begitu kuat sehingga seluruh dunia berjalan terhenti di sebabkan penularannya.

Tiada yang terkecuali dari jangkitannya .... orang kaya, miskin, raja, rakyat jelata, orang beriman, ateis, ulama, bijak pandai dan seterusnya.....

Sebagai orang yang beriman, kita semua percaya bahawa tidak ada yang dapat terjadi kecuali dengan kehendak Allah.... seperti firman Allah di dalam Al Quran: -

Surah At Tawbah-9 ayat 51
Katakanlah, "Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal."

Surah At Taghaabun - 64 ayat 11
Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Tetapi ini tidak bermaksud bahawa Allah akan menimpa bencana sesuka hati Nya seolah-olah dunia ini satu permainan.

Surah Al Anbiya'a - 21 ayat 16
Dan tidaklah Kami ciptakan Iangit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya dengan bermain-main

Covid19 seperti yang kita tahu, adalah keluarga coronavirus yang biasanya beredar dikalangan haiwan. Namun, setelah sekian lama bertahun-tahun, ia dapat menjadikan manusia sebagai perumah atau hos. Terdapat banyak teori mengenai ini, tetapi yang kita semua ketahui adalah bahawa ianya berasal dari pasar haiwan eksotik di Wuhan.

Allah menciptakan bumi dan alam semesta dengan sistem dan peraturan-peraturannya. Selama ribuan tahun, Dia mengirim utusan-utusan yang menyampaikan ayat-ayat-Nya dan ada diantara utusan-utusan ini diturunkan bersama kitab-kitab suci seperti Taurat, Injil dan Al Quran, bagi mengingatkan manusia akan sistem dan peraturan-peraturan ini dan mengajar manusia bagaimana menjalankan kehidupan didunia ini dengan cara yang tidak akan memusnahkannya.

Dalam surah An Nahl (labah-labah) dari ayat-ayat awal iaini ayat 3 hingga 12, Tuhan mengingatkan kita tentang ciptaan-Nya iaitu Alam Semesta, sistem dan ekosistem yang telah Dia tetapkan untuk kesenangan manusia supaya manusia beringat akan kebesaran-Nya dan bersyukur ..... siang dan malam, haiwan untuk keselesaan dan makanan kita, Air dari hujan yang memberi nyawa kepada tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan, laut di mana terdapat ikan untuk makanan dan perhiasan, bukit dan gunung dan sungai dan bintang untuk panduan perjalanan.

Di bahagian awal kitab suci Al Quran, Allah memperingatkan manusia agar tidak merosakkan bumi atau sistem dan ekosistem yang diciptakanNya, tetapi manusia sentiasa mendustakan ayat-ayat Allah. Manusia terus menghancurkan bumi ini tanpa menyedarinya.

Surah Al Baqarah - 2 ayat 11-12
Dan bila dikatakan kepada mereka:"Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi". Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan."  Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.

Kemungkinan besar, coronavirus berjaya menyesuaikan diri dengan manusia serta menjadikan manusia sebagai perumah atau hos disebabkan cara bagaimana manusia memperlakukan haiwan dan mengendalikannya untuk makanan dengan cara yang menyeksa, kejam dan tidak bersih. Manusia secara umumnya akan menafikan perkara ini tanpa menyedari bahawa ia telah menyebabkan bencana kepada dunia.

Yang nyata ialah manusialah menyebabkan kehancuran di dunia ini. Para malaikat mengetahui tentang tingkah laku manusia ini ketika Allah memberitahu mereka tentang Adam. Malaikat adalah makhluk Tuhan yang hanya mengetahui apa yang diajar atau apa yang telah mereka lihat sebelumnya. Ayat Allah untuk renungan: -

Surah Al-Baqarah-2 ayat 30
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." 

Allah berulang kali mengatakan dalam Al Quran bahawa semua bencana, kerosakan dan musibah adalah akibat dari perbuatan manusia itu sendiri.

Surah Ar Rum - 30 ayat 41
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). 


Surah Asy Syuura - 42 ayat 30
Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)

Persoalannya. Apa yang akan berlaku dalam 6 bulan seterusnya, 1 tahun, 2 tahun dan seterusnya. Kebenaran hanya Tuhan  sahaja yang tahu dan hanya Dia sahaja yang dapat menyelamatkan kita.

Surah Al An'aam ayat 17
Dan jika Allah menimpakan suatu bencana kepadamu, tidak ada yang dapat menghilangkannya selain Dia. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Mahakuasa atas segala sesuatu..

Telah banyak generasi-generasi sebelum ini yang Allah anugerahkan serta rahmati mereka dengan kekayaan, kekuatan dan kuasa,  tetapi menghancurkan mereka disebabkan apa yang mereka telah lakukan kepada diri mereka sendiri .... iaini dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan mereka dan menggantikan generasi-generasi dengan yang lain.

Surah Al An'aam ayat 6
Tidakkah mereka memperhatikan berapa banyak generasi sebelum mereka yang telah Kami binasakan, padahal (generasi itu) telah Kami teguhkan kedudukannya di bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu. Kami curahkan hujan yang lebat untuk mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa-dosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan generasi yang lain setelah generasi mereka.

Surah Qaaf -50 ayat 36

Dan betapa banyak umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka, (padahal) mereka lebih hebat kekuatannya daripada mereka (umat yang belakangan) ini. Mereka pernah menjelajah di beberapa negeri. Adakah tempat pelarian (dari kebinasaan bagi mereka)?

Surah Al Qashash - 28 ayat 58

Dan betapa banyak (penduduk) negeri yang sudah bersenang-senang dalam kehidupannya yang telah Kami binasakan, maka itulah tempat kediaman mereka yang tidak didiami (lagi) setelah mereka, kecuali sebagian kecil. Dan Kamilah yang mewarisinya.”

Surah Al Hajj - 22 ayat 45

Maka betapa banyak negeri yang telah Kami binasakan karena (penduduk)nya dalam keadaan zhalim, sehingga runtuh bangunan-bangunannya dan (betapa banyak pula) sumur yang telah ditinggalkan dan istana yang tinggi (ti-dak ada penghuninya).

Surah Al Anbiya - 21 ayat 11

Dan berapa banyak (penduduk) negeri yang zhalim yang telah Kami binasakan, dan Kami jadikan generasi yang lain setelah mereka itu (sebagai penggantinya).

Jadi tidak heranlah sekiranya Allah daripada melakukannya sekali lagi? Sememangnya umat ​​manusia menghancurkan bumi dan diri mereka sendiri dengan banyak cara. Hanya untuk memilih beberapa: 

(i) Membahagikan Agama kepada kelompok-kelompok atau mahzab-mahzab yang masing-masing merasai mereka lebih baik dari kelompok atau mahzab yang lain.

Surah Ar Ruum - 30 ayat 31-32

.... janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Setiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.


Hari ini kita melihat mereka yang menggelarkan diri mereka sebagai "Islam" mengangkat senjata mereka dengan nama Allah tetapi membunuh atau berperang dengan kumpulan-kumpulan "Islam" lain hanya kerana mereka mengikuti guru atau imam yang berbeza. Mereka menyekutukan guru-guru atau imam-imam mereka dengan Allah, seperti yang dijelaskan oleh ayat-ayat Al Quran di atas. Mereka menaruh kepercayaan kepada guru mereka setaraf malah melebihi Allah. Mereka lebih mempercayai apa yang ditulis oleh imam-imam mereka daripada ayat-ayat Allah dalam Al Quran.

(ii) Keuntungan Berganda dan mengambil Keuntungan secara bathil

Surah Al Imran - 3 ayat 130

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.

Surah An Nissa - 4 ayat 29

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sungguh, Allah Maha Penyayang kepadamu.

Walaupun Allah menggalakkan perdagangan dan perniagaan tetapi keuntungan yang berlipat ganda dan keuntungan secara bathil adalah dilarang. Tetapi hari ini, keseluruhan sistem ekonomi kapitalis kini direka dan dibina dimana keuntungan kepada individu atau entiti swasta adalah lebih penting dari kekayaan negara dan harus dimaksimumkan dengan apa cara pun. Oleh itu, keuntungan berlipat ganda adalah sebahagian daripada sistem ini. Keuntungan dalam kepalsuan pula dibenarkan, bergantung pada sudut mana pandangan anda.


Hari ini, jutawan-jutawan mengaut keuntungan daripada perdagangan kertas tanpa sebarang penghantaran and pergerakkan produk secara fizikal dihantar antara penjual kepada pembeli. Urus niaga mata wang dan niaga hadapan komoditi adalah perdagangan derivatif. Bahkan kita mempunyai perbagai pasaran derivatif seperti opsyen, perdagangan indeks dan banyak lagi, yang dibuat hanya untuk memuaskan kerakusan kapitalis untuk mengaut keuntungan.

Sistem perbankan dunia pula berada diatas mata wang yang disokong oleh pelbagai lapisan hutang dan bukan lagi emas atau perak seperti dulu.

Mungkin Covid19 adalah sebahagian dari rancangan Allah, iaini mesej bahawa seseorang tidak seharusnya bermegah, sombong dan bangga dengan apa yang telah diberikan oleh Allah. Kepunyaan Allah segala yang ada di langit dan di bumi.


Surah Al Hadid - 57 ayat 22-23
Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira[1459] terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri, 

Sehingga vaksin dijumpai, walaupun sebilangan besar negara mungkin dapat membendung penularan virus ini, akan tetapi ada negara-negara yang perlu terkunci sepenuhnya dari dunia luar (tidak ada pergerakan masuk dan tidak ada gerakan keluar) untuk waktu yang lebih lama.

Ketakutan akan jangkitan adalah perkara biasa dan kita mungkin mula melihat fesyen topeng muka pereka-pereka fesyen terkemuka, pembersih tangan sentiasa di poket dan semua sudut bangunan, lebih banyak menggunakan pergerakkan tangan daripada berjabat tangan atau memeluk dan banyak lagi.

Apa yang biasanya dianggap sebagai mewah atau kaya mungkin tidak lagi sama seperti dahulu. Industri perbankan yang relevan hari ini hanya kerana keseluruhan sistemnya yang disokong oleh mata wang fiat akan mula merasakan cabaran yang lebih berat  akibat dari kemunculannya Ekonomi Peer to Peer yang semakin kuat.


Kebanyakkan negara akan terpaksa lebih bergantung kepada ekonomi dalaman dan terpakasa berdikari. Oleh itu permintaan serta penggunaan  matawang asing akan berkurangan. Secara beransur-ansur, kita akan lihat negara-negara akan menarik diri dari matawang mereka di dagangkan di pasaran derivatif. Bahkan dolar minyak juga mungkin tidak dapat bertahan lama.

Dari semasa ke semasa, Ekonomi Derivatif akan secara perlahan-lahan runtuh.... mata wang, komoditi, indeks dan lain-lain. Mungkin, sistem barter yang berlandaskan teknologi canggih akan muncul. Mungkin mata wang yang dahulunya di nilai berdasarkan asset kini dinilai berdasarkan amalan kebajikan, ketekunan serta kecanggihan technology itu sendiri.

Seolah dunia yang sempurna dengan kejatuhan sistem dan ekonomi Kapitalistik tetapi itu hanyalah pandangan peribadi saya


Akhir sekali, ayat-ayat Al Quran berikut untuk renungan:-

Surah Ar Ruum - 30 ayat 33


Dan apabila manusia disentuh oleh suatu bahaya, mereka menyeru Tuhannya dengan kembali bertaubat kepada-Nya, kemudian apabila Tuhan merasakan kepada mereka barang sedikit rahmat[1170] daripada-Nya, tiba-tiba sebagian dari mereka mempersekutukan Tuhannya, 

Surah Ar Ruum - 30 ayat 36-37

Dan apabila Kami rasakan sesuatu rahmat kepada manusia, niscaya mereka gembira dengan rahmat itu. Dan apabila mereka ditimpa suatu musibah (bahaya) disebabkan kesalahan yang telah dikerjakan oleh tangan mereka sendiri, tiba-tiba mereka itu berputus asa. Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa Sesungguhnya Allah melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan Dia (pula) yang menyempitkan (rezki itu). Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang beriman. 

Ini tidak bermakna berakhirnya umat manusia kerana manusia berdasarkan sejarah akan menyesuaikan diri dengan perubahan. Tetapi dunia tidak akan sama lagi. Mungkin Allah memulakan semula (reboot) kaum manusia.

Hanya Allah yang lebih mengetahui.

Sama ada anda bersama saya atau tidak dalam hal ini .... Atahmu



Sunday, May 3, 2020

Perpecahan Di Dalam Agama - Al Quran Menjelaskan

Dengan Nama Allah Maha Pengasih Maha Penyayang

Semua Manusia Ingin ke Syurga

Saya berbicara dengan seorang sahabat dan tiba-tiba persoalan tentang agama timbul. Saya bertanya samada beliau penganut agama Nasrani (Kristian). Dengan pantas seolah-olah menolak sangkaan saya dan menyatakan bahawa dia adalah penganut setia Katolik.

Katolik dan Protestant adalah dua cabang besar agama Kristian. Katolik dan Protestant pula mempunyai cabang-cabang lain dibawahnya berdasarkan gereja dan fahaman para ulamak mereka yang berlainan.

Secara amnya, semua agama dan cabang-cabang agama tersebut menyatakan mereka lah yang benar dan hanya pengikut-pengikut mereka sahaja lah yang akan ke syurga. Secara ringkasnya, perbezaan aliran ini bermotivasikan keinginan manusia itu untuk masuk ke syurga.

Yahudi menyatakan mereka adalah umat pilihan Allah. Nasrani (Kristian) juga mempercayai yang sedemikian. Islam juga tidak terkecuali.

Isu perbalahan ini  sudah ribuan tahun dan mungkin akan berterusan ribuan tahun akan datang.
.
Semuanya Bermula dari Islam yang Diturunkan kepada Ibrahim

Yang jelas, samada ianya dilabelkan Yahudi, Nasrani, Zionist, Katolik, Protestant, Islam, Sunni, Syiah dan ribuan lagi, kesemuanya berasal dari agama yang satu yang diredhai Allah, iaitu Islam yang diturunkan kepada Nabi Ibrahim.

Surah 03:19  "Sesungguhnya agama (yang diredhai) disisi Allah hanyalah Islam"

Islam yang dimaksudkan pula adalah agama yang diturunkan kepada Nabi Ibrahim yang menjadi ikutan nabi2 dan rasul2 selepas itu termasuklah Nabi Muhammad.

Surah Al Hajj 78 "Dia telah memilih kamu (Muhammad) dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. IKUTILAH AGAMA ORANG TUA MU IBRAHIM. Dia (Allah) TELAH MENAMAI KAMU SEKELIAN ORANG-ORANG MUSLIM DARI DAHULU, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia,"

Bermula dengan kalimah "Aslam tul lirabbil 'alamin" (Aku tunduk dan patuh kepada Tuhan sekelian alam) yang menjadi wasiat nabi Ibrahim dan asas agama Islam itu sendiri, Islam menuntut untuk penghikutnya mempercayai atau beriman Hanya kepada Allah...."La illaha illahu" (Tiada Tuhan melainkan Dia)

Surah Al Baqarah 131-132 "Ketika Tuhannya berfirman kepadanya: "Tunduk patuhlah!" Ibrahim menjawab: "Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam". Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'qub. (Ibrahim berkata): "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam". 

Sebagai orang Mukmin, kita dituntut untuk beriman dengan apa yang diturunkan kepada semua nabi2 tanpa membeza-bezakan SEORANGPUN daripada mereka.

Surah Al Baqarah 136
Katakanlah (hai orang-orang mukmin): "Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya"

Surah Al Maidah 68
Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil, dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu." Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu. 

Islam Berpecah kerana Taksub kepada Idola

Agama Islam yang satu yang diturunkan kepada Nabi Ibrahim berpecah menjadi berbagai. Perpecahan yang besar yang terjadi adalah agama Yahudi, Kristian dan Islam Nabi Muhammad....

Isu perpecahan dalam agama Islam ini bermula apabila ahli2 kitab itu mengingkari ayat2 Allah dan bergantung serta beriman kepada tulisan2 yang lain yang ditulis oleh idola2 mereka.

Torah dengan Talmudnya...Injil dengan New Testamentnya dan Al Quran dengan kitab2 imamnya.

Dari situ pula  Yahudi atau Judaism berpecah menjadi kelompok Zionist,  Kristian kepada Katholik dan Protestant dan Islam kepada Sunni dan Syiah.

Kesemuanya mempertahankan tulisan2 idola2 mereka disamping Kitab2 Allah.

Kesemuanya juga membawa message yg sama dalam ajaran masing-masing...iaitu..."Tak boleh faham Torah tanpa Talmud"..."Tak bole faham Injil tanpa New Testament" dan "Tak bole Faham Al Quran tanpa kitab-kitab"

Disebabkan oleh tulisan-tulisan ini. Agama yang satu yang suci dari Allah dicemari dengan ayat-ayat yang dikatakan datang dari Allah, padahal tidak.

Surah El Imran 78
"Sesungguhnya diantara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Al Kitab, padahal ia bukan dari Al Kitab dan mereka mengatakan: "Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah", padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah sedang mereka mengetahui."

Mereka akan merasa bangga dengan penulisan2 ini berteraskan idola2 mereka seperti Uzair, Paul, John dan lain-lain imam selepas Nabi Muhamad.

Melalui peredaran zaman, lebih banyak idola2 ini muncul dan pengikut mereka merasa bangga dan berpecah lagi menjadi beratusan malah ribuan kelompok.

Surah Al Mukminuun 52.-53
"Sesungguhnya (agama tauhid) ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku. Kemudian mereka (pengikut-pengikut rasul itu) menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing)."

Dari pecahan itu berpecah lagi menjadi sects dan mazhab2 berpandukan idola2 yg muncul selepas nabi2 yg membawa ayat2 Allah....

Akan tetapi semuanya bermula dengan kalimah "La illa ha illallah" atau "La illa ha illahu"...

Kesemuanya percaya aliran mereka lah yang benar yang akan membawa ke syurga...dan idola2 mereka akan membantu mereka diakhirat nanti.

Yg extremist seperti Zionist dan extremist Islam kini malah menghalalkan darah yg lain hingga sanggup membunuh....malah ada yg membunuh kanak2 dan wanita demi ketaksuban kepada idola2 ini.

Nabi Muhammad Tiada ada Kena Mengena dengan Perpecahan di dalam Agama

Allah juga mengatakan bahawa mereka yang membahagikan agama mereka kepada beberapa golongan, bahawa Nabi Muhammad bukanlah sebagian daripada itu....atau ianya tidak ada kena mengena dengan Nabi Muhammad seperti yang kini difahami oleh Ahli Sunah.

Surah Al Annam 159
"Bagi orang orang yang membahagikan agama mereka dan memecahkan kepada golongan-golongan, maka engkau tidak daripada mereka dalam apa-apa pun: Urusan mereka dengan Allah: Dia akan menerangkan kepada mereka segala yang mereka telah lakukan."

Berdasarkan ayat ini, jelas bahawa Nabi Muhammad tidak ada  kaitan dengan semua bahagian dan perpecahan. Namun, kita semua menuntut kita Umat Muhammad ...

Perpecahan Dalam Agama kepada Bergolongan adalah Syirik

Di dalam Al Quran, perpecahan agama adalah salah satu ciri2 syirik kerana disamping beriman kepada Allah, keimanan kepada idola2 ini lebih pekat hingga sanggup mendustakan ayat2 Allah.

Surah Ar Ruum 31-32
"...janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka." 

Seperti Yahudi tanpa Talmud dan Kristian tanpa New Testament...mereka juga dianggap sesat oleh rahib2 dan pendita mereka masing.

Pada pendapat aku...tactic yg sama digunakan oleh syaitan agar manusia memaling dari ayat2 Allah tanpa kita sedari...

Tanyalah kepada mana-mana Yahudi sekiranya mereka membaca dan memahami Torah, Kristian samada mereka membaca serta mengamalkan apa yang diajar didalam Injil.....

Apabila kita secara berterusan mengabaikan ayat2 Allah dan mempercayai tulisan2 lain yang ditulis oleh idola2, maka Allah secara beransur-ansur akan menyesatkan kita. Dan mempercayai tulisan-tulisan ini disamping Allah, adalah perbuatan syirik yang kebanyakkan kita tidak sedari.

Surah Al Qalam 44
"Maka serahkanlah (ya Muhammad) kepada-Ku (urusan) orang-orang yang mendustakan perkataan ini (Al Quran). Nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan) dari arah yang tidak mereka ketahui, "

Al Araf 182
" Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, nanti Kami akan menarik mereka dengan berangaur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui. "

Secara amnya, mereka yang sudah pekat kepercayaan kepada tulisan-tulisan ini serta tunduk dengan ajaran idola-idola mereka akan merasa tidak senang sekiranya hanya Allah serta ayat-ayatNya disebut. Akan tetapi merasa lega apabila idola-idola mereka disebut bersama Allah.

Az Zumar 45
"Dan apabila yang disebut hanya nama Allah, kesal sekali hati orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat. Namun apabila nama-nama sembahan selain Allah yang disebut, tiba-tiba mereka menjadi bergembira"

Bagi kebanyakkan yang diberi kitab, baik yang berlabelkan Yahudi, Kristian maupun Islam, yang setelah sekian lama berpandukan kepercayaan daripada penulisan idola-idola, memang sukar untuk hanya berpandukan ayat-ayat Allah sebagai petunjuk.

Mereka yang hanya berpandukan ayat-ayat Allah pula dilabelkan sebagai kafir, murtad dan berbagai lagi. Perjuangan Nabi Muhammad sehingga kemangkatan beliau tidak lain hanyalah untuk menegakkan ayat-ayat Allah yang telah tercemar dari generasi ke generasi sebelum beliau.

Surah Al Maidah 68
Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil, dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu." Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu. 

Akhir sekali, Kitab Allah itu sempurna dan kebanyakkan orang akan kata begitu. Akan tetapi apabila terdapat conflict diantara ayat-ayat Allah dengan tulisan-tulisan selain dari Kitab Allah, maka hati kebanyakkan orang akan cenderung kepada tulisan idola-idola mereka ini.

Ayat berikut menyatakan di mana manusia tidak patut berpandukan petunjuk selain dari Kitab Allah yang diturunkan dengan TERPERINCI. Akan tetapi kebanyakkan masih RAGU-RAGU sungguhpun mereka mengetahui Al Quran itu terperinci. Allah juga menekankan bahawa Al Quran itu sudah SEMPURNA. Dan jika kita mengikuti kebanyakkan orang, iaini yang berpandukan selain Al Quran, maka kita akan sesat kerana apa yang kita ikut hanyalah sangkaan baik sahaja dan bukannya petunjuk Allah.

Sekadar renungan.

Surah Al- Annam ayat 114-116
Maka patutkah aku mencari hakim selain daripada Allah, padahal Dialah yang telah menurunkan kitab (Al Quran) kepadamu dengan terperinci? Orang-orang yang telah Kami datangkan kitab kepada mereka, mereka mengetahui bahwa Al Quran itu diturunkan dari Tuhanmu dengan sebenarnya. Maka janganlah kamu sekali-kali termasuk orang yang ragu-ragu. Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al-Quran) sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merobah robah kalimat-kalimat-Nya dan Dia lah yang Maha Mendenyar lagi Maha Mengetahui. Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta

Sering aku ditanya apakah mahzab yang aku ikut. Jawapan aku..."Mahzab Islam".

Nak ikut atau tidak.....Atahmu.

Moga diberi Petunjuk

Covid 19 - Is God Rebooting Mankind?

In the Name of God Most Gracious Most Merciful,

The outbreak and pandemic of the Covid 19 is something never been experience in human history. A very small creature of God, so small yet so lethal, no legs yet travels so fast throughout the world, weak that can be easily killed outside its host yet so strong that the entire world effectively goes still.....

No exception to who can be infected....the rich, the poor, the royal blood , the commoners, the believers, the atheists, the unlearned, the scholars and the list goes on.....

As a believer, we all believe that none could have happened unless by will of God...as He made it clearly in Al Quran:-

Surah At Tawbah-9 verse 51
Say, "Never will we be struck except by what Allah has decreed for us; He is our protector." And upon Allah let the believers rely.

Surah At Taghaabun - 64 verse 11
No disaster strikes except by permission of Allah . And whoever believes in Allah - He will guide his heart. And Allah is Knowing of all things.

But this does not mean that Allah strikes disaster because He feels like it and whenever He feels like it.....like a game.

Surah Al Anbiya'a - 21 verse 16
And We did not create the heaven and earth and that between them in game.

Covid19 as we know it, is a family of coronavirus that typically circulating in animals. However, over the years, it has somehow able to reside in human as a host. There are many theories about this, but what we all know is that it originates from the exotic animal market in Wuhan.

God creates the earth and universe with systems and rules in place. Over thousands of years He send messengers who convey His words and some carry along scriptures like Torah, Injil and Al Quran, reminded mankind of these systems and rules and taught human how to conduct this world in a manner it will not be destroyed.

In Surah An Nahl ( The Spider) of the early verses from 3 to 12, God reminds us of His creation of the Universe, the system and ecosystem that He has put in place for human pleasure so that human are reminded of His greatness and be thankful.....the day and night, the animals for our comfort and food, Water from the rain that give lives to plants and fruits, the sea where there are fish for food and ornaments, the hills and mountains and the rivers and the stars for our travel guidance.

In the very early part of Al Quran, Allah warns mankind not to corrupt the earth or the systems and ecosystem that He created, but yet man will deny. Truth is mankind continues to destroy the earth without even realizing it.

Surah Al Baqarah - 2 verse 11-12
And when it is said to them, "Do not cause corruption on the earth," they say, "We are but reformers." Unquestionably, it is they who are the corrupters, but they perceive [it] not.

Very high likely, it is how human treats these animals and handling them for food in a torturous, cruel and uncleaned manner that allows the coronavirus finds or adapts into new host in human being. Human denies this without realizing that it is disasterous to the world.

The truth remains that it is mankind causes destructions in this world. The angels seems to know about this behaviour of mankid when God told them about Adam.

The angels are creatures of God that only know what being taught or what they have seen before. Ponder this:-

Surah Al-Baqarah-2 verse 30
Behold, thy Lord said to the angels: "I will create a vicegerent on earth." They said: "Wilt Thou place therein one who will make mischief therein and shed blood?- whilst we do celebrate Thy praises and glorify Thy holy (name)?" He said: "I know what ye know not."

Allah repeatedly says in Al Quran that all disasters, corruptions and unfortunates are consequences of what one or mankind has done to themselves.

Surah Ar Rum - 30 verse 41
Corruption has appeared throughout the land and sea by [reason of] what the hands of people have earned so He may let them taste part of [the consequence of] what they have done that perhaps they will return [to righteousness].

Surah Asy Syuura - 42 verse 30
And whatever strikes you of disaster - it is for what your hands have earned; but He pardons much.

Question now, is this it. What will happen in the next 6 monhts, 1 year, 2 years and beyond. Truth is only God knows and only He alone can save us.

Surah Al An'aam verse 17
And if Allah should touch you with adversity, there is no remover of it except Him. And if He touches you with good - then He is over all things competent.

Allah had blessed and granted many generations before this with wealth, strength and power but detroyed them for what they have done to themselves....their sins, iniquities, wrongdoings  and replaced the generations with another. 


Surah Al An'aam verse 6 
Have they not seen how many generations We destroyed before them which We had established upon the earth as We have not established you? And We sent [rain from] the sky upon them in showers and made rivers flow beneath them; then We destroyed them for their sins and brought forth after them a generation of others.

Surah Qaaf -50 verse 36
But how many generations before them did We destroy (for their sins),- stronger in power than they? Then did they wander through the land: was there any place of escape (for them)?

Surah Al Qashash - 28 verse 58
And how many populations We destroyed, which exulted in their life (of ease and plenty)! now those habitations of theirs, after them, are deserted,- All but a (miserable) few! and We are their heirs!

Surah Al Hajj - 22 verse 45
How many populations have We destroyed, which were given to wrong-doing? They tumbled down on their roofs. And how many wells are lying idle and neglected, and castles lofty and well-built?

Surah Al Anbiya - 21 verse 11
How many were the populations We utterly destroyed because of their iniquities, setting up in their places other peoples?

So what stops God from doing it again? Mankind has been destroying the earth and themselves in many ways for ages. Just to pick a few:-

(i)   Dividing Religion into Sects and group and each group feels they are better than the other groups.

Surah Al Imran- 3 verses 31-32
.... and be not ye among those who join gods with Allah,-Those who split up their Religion, and become (mere) Sects,- each party rejoicing in that which is with itself!

Today we see those who labled themselves "Islam" raised their weapons in the name of Allah but killed or even massacre another group  "Islam" merely because they follow different teachers or imams. They join their teachers or imams with God, exactly the way the above verses of Al Quran described. They put faith in their teachers together or even above Allah. They believe what their imams wrote than Allah's words in Al Quran.

(ii)  Multipled Profiteering and Gain in Falsehood

Surah Al Imran - 3 verse 130
O ye who believe! Devour not usury, doubled and multiplied; but fear Allah; that ye may (really) prosper.

Surah An Nissa - 4 verse 29
O ye who believe! Eat not up your property among yourselves in vanities: But let there be amongst you Traffic and trade by mutual good-will: Nor kill (or destroy) yourselves: for verily Allah hath been to you Most Merciful!

While Allah encourages trade and businesses but multiplied profiteering and gain in falsehood are forbidden. But today, the entire capitalistic economic system is about Private  Wealth. It is designed in a manner that profits to private individuals or entities are priority over wealth of the state. As such the system will maximise these profits at whatever means and costs. Thus multiplied profiteering is embeded into the system. Gain in falsehood is justified depending on which angle you be looking at.

Today, billionaires made profits out of paper tradings wiithout having the physical product delivered between sellers to buyers. Currencies tradings and commodities futures tradings are derivatives tradings. We even have derivatives over derivatives markets such as options, index trading and many more, created merely to satisfy capitalistic greed of making profits.

The world banking system seats on currencies that are backed by multiple layers of debts and no longer hard gold or silver as it used to be.

Perhaps Covid19 is part of God's plan. it is a message that one should not have rejoiced and be arrogant and proud over what Allah has given neither should one grieve over any lost. It is to Allah belong all things in heaven and earth.

Surah Al Hadid - 57 verses 22-23
No misfortune can happen on earth or in your souls but is recorded in a decree before We bring it into existence: That is truly easy for Allah: In order that ye may not despair over matters that pass you by, nor exult over favours bestowed upon you. For Allah loveth not any vainglorious boaster,-

Until a vaccine is found, despite most countries may be able to fully eleminate the transmission of the virus, there will be countries which need to be totally locked from the outside world (no movement in, no movement out) for a very long time.

Fears of infection will be norm and we probably start to see designer fashion face mask,  sanitizer in pocket and all corners, more bowing or hand gesture rather than handshake or hugging and many more.

What used to normally be considered as wealth may no longer be the case. The banking industry which is relevant today merely because of its entire system that is based on fiat currency will start to feel the pinch as a result of the intense emergence of the Peer to Peer Economy.

Most countries will have to rely more on the domestic economy and become self-reliant. As a result, demand and the use of foreign currencies will decrease. Gradually, we will see countries withdrawing themselves from the derivatives currency market. Even oil dollars may not last long.

Over time, the existing Derivatives Driven Economy may slowly collapse....currencies, commodities, indexes etc.  Perhaps, a more technology centric barter system will emerge and prevails. Currencies are mined out of good deeds and other means rather than asset backed....

Sounds like a perfect world with the downfall of the Capitalistic system and economy but that merely my personal point of view

Lastly, the following verses  of the Al Quran to ponder.

Surah Ar Ruum - 30 verse 33
When trouble touches men, they cry to their Lord, turning back to Him in repentance: but when He gives them a taste of Mercy as from Himself, behold, some of them pay part-worship to other god's besides their Lord,

Surah Ar Ruum - 30 verses 36-37
When We give men a taste of Mercy, they exult thereat: and when some evil afflicts them because of what their (own) hands have sent forth, behold, they are in despair! See they not that Allah enlarges the provision and restricts it, to whomsoever He pleases? Verily in that are Signs for those who believe.

This may not be the end of mankind as mankind historically will adapt too, to changes. But the world will not be the same anymore. Perhaps God is rebooting mankind.

Only Allah knows.

Whether you are with me or not on this....atahmu.







Credit Transactions According to Al Quran

  In the Name of God, Most Gracious, Most Merciful We often hear words like "Shariah Compliant" or "Shariah Compliance" ...